Analisis Kualitatif

Assalamualaikum wr.wb

Pada kesempatan kali ini icha akan sediit berbagi tentang analisis kualitatif dalam kimia.Dalam metode pemecahan masalah dalam kimia ada dua cara yaitu Analisis kuantitatif dan kualitatif, tapi yang akan di bahas dalam tulisan ini adalah , mengenai analisis Kualitatif, chek this out ….🙂

 

      Analisis Kualitatif adalah metode analisis yang dilakukan untuk mengetahui suatu keberadaan zat (anion atau kation), dalam suatu sampel.Atau suatu cabang dari kimia analisis yang mempelajari dan menentukan zat apa yang ada dalam suatu cuplikan atau sampel yang dianalisis.

Analisis kualitatif bisa dilakukan dengan cara reaksi spesifik, yaitu cara bahwa dengan reaksi tersebut zat ‘x’ akan teridentifikasi.
Dalam melakukan analisis kualitatif melalui beberapa tahap/uji. Yaitu Uji pendahuluan dan uji pemastian.

adapun berbagai cara untuk pemisahan:

  • Filtrasi. Syarat mempunyai perbedaan fisik dan kimia, dan prinsip dasar berdasarkan ukuyran partikel
  • Kristalisasi. Prinsip dasar nya kemampuan zat untuk teruapkan
  • Sublimasi(perubahan dari padat ke gas, tanpa melewati fase cair terlebih dahulu) Prinsip dasarnya kemampuan menyublim
  • Destilasi. atau penyulingan , prinsip dasarnya perbedaan titik didih
  • Kromatografi. prinsip dasarnya Kelarutan
  • Sentrifugasi(gerakan memutar) prinsip dasar perbedaan massa jenis.

Berdasarkan jumlah sampel yang dipakai :

  • Kuantitas zat 0.5 – 1.0 g, volume yang dipakai sekitar 20ml itu di sebut Makro
  • Kuantitas zat 0.05 g, volume sekitar 1ml itu Semi Mikro
  • Kuantitas zat 0.01g, volume yang dipakai <1ml itu Mikro

dan yang dipakai untuk praktikum iktu biasanya yang Semimikro, karena :

  1. Penggunaan zat yang sedikit
  2. Kecepatan analisis Tinggi
  3. Ketajaman pemisahan yang meningkat
  4. Penggunaan asam sulfida sedikit
  5. Penghematan peralatan

selanjutnya kita akan membahas tahap uji pendahuluan :

Uji Pendahuluan → Mempersempit Wilayah penelitian → Organoleptis, Uji Sifat Fisik,Uji warna Nyala, dan mikroskopis

 

  • Organoleptis : Terlihat dalam warna, bau, rasa, dan bentuk.
  • Uji sifat fisik : Kelarutan, keasaman, sublimasi, titik leleh(biasanya bisa juga untuk uji pemastian),kekentalan.
  • Uji warna nyala (flame test) : biasanya untuk pengujian logam.
  • Mikroskopis : melihat bentuk kristal senyawa-senyawa yang khas di bawah mikroskopis.

Pada uji warna nyala (flame test) ketika pemanasan/pembakaran senyawa alkali pada nyala api menyebabkan unsur alkali dan alkali tanah tereksitasi dengan memancarkan radiasi elektromagnetik sehingga memberikan warna nyala.

       Berdasarkan muatan listriknya, senyawa ion dibedakan menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Kation terjadi apabila atom unsur melepaskan satu atau lebih elektron, misalnya, atom natrium melepaskan satu elektron menjadi ion Na+ (persamaan reaksinya, Na → Na+ + e). Anion terjadi apabila atom unsur menangkap satu atau lebih elektron, misalnya, atom klor menangkap satu elektron menjadi ion Cl (persamaan reaksinya, Cl + e → Cl).

Ya teman, mungkin ini sudah mencakup sedikit dasar atau teori awal untuk analisis kualitatif, semoga bermanfaat..
keep learning thinking and doing , dont forget to pray ok🙂
hahaha, apa cobaaa

makasih udah mau mapir di blog icha ya🙂
Wassalamualaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s