Laporan Praktikum Sistem Peliput

SISTEM PELIPUT

  1. Tujuan

ü   Mengenal struktur dan fungsi sistem peliput

ü   Mempelajari beberapa karakteristik sensasi pada kulit

ü   Menpelajari struktur kulit manusia menggunakan model kilit katak

ü   Mampu membedakan kulit manusia dengan kulit katak

  1. Teori

KULIT

Kulit adalah lapisan terluar pada tubuh manusia. Kulit sangat sensitif terhadap pengaruhlingkungan sekitar, seperti panas matahari, debu, dan asap knalpot.Kulit yang sebenarnyayaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama, letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain. Sedangkan derivateintegumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu ataukedua lapisan kulit sebenarnya. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak, seperti kelenjar eksresi, tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini, dinamakan eksoskeletKulit dibagi menjadi 3 bagian: bagian terluar disebut epidermis, bagian tengah mesodermis,dan dan tekanan .subcutan merupakan indera peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuha , panas , dingin , sakit ,

Kulit manusia terdiri atas 3 lapisan : Epidermis , Dermis , dan Subkutan .

  1. Epidermis

Merupakan lapisan sel epitel berlapis membentuk keratin (bahan utama dari epidermis) kukudan rambut ,agar sel-sel dibawahnya ,mencegah dan melindungi dari bahaya dehydrasi.- Tebalnya di kulit biasa 0, 3 mm.- Ditelapak tangan dan kaki tebalnya 1.5 mm.- Waktu yang diperlukan dari lapisan yang paling bawah menjadi paling luar 30 hari.Lapisan-lapisaannya :1. Stratum corneum ,selnya sudah mati dan mengandung zat keratin.2. Stratum lucidum ,butir-butir selnya jernih,tanfa inti dan protoplasmaBerubah menjadi protein.3. Stratum Granulosum, selnya gepeng,berinti dan protoplasma berbutir Besar.4. Stratum Spinosum, sel bentuk dan besarnya berbeda karena prosesMitosis.5. Stratum basale,(sel germinativum ) cel ini terdapat paling dasar dari lapisan epidermis- sel pembentuk melanin (melanosit) merupakan sel-sel berwarna muda mengandung pigmen- pigmen melanosom. Epidermis atau lapisan luar merupakan bagian kulit paling luar , ketebalan epidermis berbeda-beda pada berbagai bagian tubuh . yang paling tebal berukuran 1 milimeter. Epidermis terbagi atas 5 bagian , yaitu :

  1. Stratum korneum / lapisan tanduk

Lapisan tanduk terdiri dari beberapa lapisan sel pipih tidak berinti, mengandung air . protoplasma lapisan tanduk telah berubah menjadi keratin (zat tanduk). Yaitu sejanis protein yang tidak larut dalam air dan sangat resisten terhadap bahan-bahan kimia . proses pembaharuan lapisan tanduk terus berlangsung sepanjang hidup menjadikannya memiliki self repairing capacity atau kemampuan memperbaiki diri .

  1. Stratum iusidum

Stratum iusidum adalah lapisan tembus cahaya , terdiri dari sel-sel mati . mengandung eledrin ( protein peralihan antara soft keratin dengan kheratholyne ) dan hanya tanpak di telapak tangan dari kaki lapisan ini berperan dalam melindungi kulit dari sinar ultra violet .

  1. Stratum granulosum / lapisan granular

Stratum granulosum / lapisan granular adalah Lapisan yang terdiri dari 2 atau 3 lapisan sel pipih yang memiliki inti di tengah nya , yaitu sitoplasmanya berbutir kasar dan terdiri atas keratohialin . lapisan ini berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering . selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin) . kandungan melanin menentukan derajat warna kulit yaitu kehitaman ataupu kecokelatan .

  1. Stratum spinosum / lapisan malpigi

Stratum spinosum / lapisan malpigi adalah lapisan yang terdiri dari lapisan epidermis yang paling tebal yang terdiri  dari sel polygonal yang besarnya berbeda-beda karena ada proses mitosis .

  1. Stratum basale / stratum germinativum

Stratum basale / stratum germinativum adalah lapisan terbawah dari epidermis , lapisan ini terdiri dari sel-sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis dan tersusun sebagai tiang pagar atau palisade .

  1. Dermis

Bagian bawah dari epidermis yang keadaannya lebih tebal dan dilengkapi dengan pembuluhdarah,pembuluh limpe,dan urat syaraf Lapisan dermis (corium) ini terdiri dari 2 lapisan yaitu :1. Pars Papilaris (Stratum Papilar), bagian atas yang berisi ujung saraf dan pembuluh darahdan pembuluh getah bening.2. Pars Retikularis (Stratum Retikularis), bagian bawah yang terdiri dari serabut-serabut penunjang misalnya serabut kolagen, serabut elastin dan serabut retikulin.

Serabut kolagen memberikan kekuatan pada kulit, serabut elsatis memberikan kelenturan pada kulit, serabut retikulin di sekitar kelenjar dan rambut memberikan kekuatan pada alat-alat tersebut. Dermis atau korium merupakan lapisan di bawah epidermis , dermis terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan , yaitu :

  1. Pars papilare

Pars papilare adalah lapisan yang merupakan bagian menonjol ke epidermis, lapisan pars papilare berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah.

  1. Pars retikulare

Pars retikulare , merupakan bagian yang menonjol ke subkutan , lapisan ini terdiri atas serabut-serabut penunjang ( kolagen, elastin , retikulin ), matriks ( cairan kental asam hialuronat dan kondrotin sulfat serta fibroblast ) dan sel fibroblast yang memproduksi kolagen serta retikulasi yang terdapat banyak pembuluh darah, limfe, akar rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebaseus .

  1. Jaringan hipodemis / subkutan

Jaringan hipodemis / subkutan merupakan jaringan yang terdiri atas jaringan ikat longgar dan berisi sel-sel lemak di dalamnya , pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi , pembuluh darah, dan getah bening . Subcutan terdiri dari kumpulan-kumpulan sel lemak yang dinamakan Adiposa yang tebalnyatidak sama pada tiap-tiap tempat atau juga pada laki-laki maupun perempuan. Guna lapisanadipose adalah sebagai bantalan terhadap tekanan pada trauma mekanis yang menimpa padakulit, isolator panas (untuk mempertahankan suhu), penimbunan cadangan kalori, dantambahan untuk kecantikan tubuh.Dilapisan ini juga ujung-ujung syaraf tepi,pembuluh darah dan pembuluhGetah bening.

KULIT (SISTEM INTEGUMEN)

•                      Struktur kulit

– Permukaan kulit sel – selnya hidup (ikan & amphibia)

– Permukaan kulit sel – selnya mati (corneum)  (hewan darat)

Fungsi kulit

1.                   Pelindung tubuh terhadap :

a. Kekeringan → sekresi beberapa kelenjar

b. Panas matahari / dingin

– beberapa pigmen sensitif terhadap sinar matahari

– adanya bulu/rambut sebagai insulator / penahan  panas tubuh

c. Bahan – bahan kimia

d. Infeksi penyakit

e. Pengaruh – pengaruh mekanik

2. Alat pembela diri

a. Pembentukkan tanduk

b. Mimikri & kolorisasi yang dilakukan adanya pigmen pada kulit

c. Sekresi kelenjar – kelenjar racun

d. Adanya ujung – ujung syaraf sensibel

3. Untuk pertukaran zat

a. Respirasi → amphibia

b. Ekskresi → keringat

c. Akumulasi zat makanan → lemak, air susu

4. Alat untuk menarik jenis kelamin lain

Susunan jaringan kulit

1.  Epidermis → dari ektoderm

Terdiri dari :

a. Stratum corneum : lapisan terluar

b. Stratum lucidum : lapisan peralihan

c. Stratum granulosum

– terdiri dari 3 lapis sel

– menghasilkan : keratohyaline (calon pembentuk tanduk)

d. Stratum germinativum : selalu membelah, untuk mengganti sel – sel yang    tua

2. Dermis / corium → dari mesoderm

Terdiri dari :

a. Stratum papilaris : dibawah stratum germinativum  Membentuk papilae (jonjot)      untuk pemberian nutrisi ke epidermis

b. Stratum retikularis : susunan sangat berserabut, menghasilkan chromatopora

STRUKTUR KULIT :

Struktur kulit katak

  • Stratum corneum

– lapisan terluar

– menebal /  keratinisasi → kapalan

– terdapat gurat – gurat khusus pada manusia :

sidik jari  (dactilascopy)

– banyak kel. Mukosa

^ lendir – ikan

^ racun – amphibia

  • Dermis : disimak pada industri kulit

Terdiri dari serat elastin & serat retikuler

  • Pada dermis terdapat :

– Pembuluh darah

– Syaraf (sensorik)

– Kelenjar keringat (GL. Sudoriferae)

– Kelenjar lemak (GL. Cebacea)

→ Mengalami modifikasi menjadi :

^ GL. Lactifera (kel susu)

^ GL. Urophygium (brutu) : untuk meminyaki bulu                                                                            pada burung

– Khromatophora (zat warna pada kulit)

Catatan :

Pada epidermis terdapat kelenjar :

  1. GL. Mucosa (kel. lendir)  → uniseluler
  2.  Kel racun (poison gland) → multiseluler

Susunan kulit luar

  • Pada organisme uniseluler : ditutup oleh sel kulit yang halus, elastis & kuat
  • Pada organisme multiseluler

– Invertebrata : hanya selapis sel

– Gol cacing : mengandung kutikula

– Insekta : menghasilkan bahan untuk rangka luar (external skeleton)

  • Pada amphioxus : kulit tipis, transparan  sehingga organ dalam kelihatan

Struktur kulit Katak

v    RAMBUT

Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan, terutama mamalia. Rambutmuncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Struktur mirip rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan pada tumbuhan. rambut terdapat diseluruh kulit kecuali talapak tangan dan kaki serta bagian dorsal dari tulang distal jari tangan , kaki, penis, labia, minora, dan bibir .

terdapat 2 janis rambut :

–          Rambut terminal ( dapat beukuran panjang dan pendek )

–          Rambut velus ( pendek, halus, dan lembut )

Pqnqmpqng rambut terdiri dari :

  1. Kurtikula : terdiri atas lapisan keratin
  2. Korteks : terdiri atas serabut polipeptida yang memanjang dan saling berdekatan
  3. Medulla : terdiri atas 3-4 lapis sel yang berisi keratohialin, badan lemak , rongga udara .

KUKU

Kuku adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuhdari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuhdari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utamakuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggidaya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler

Yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Sepertitulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangatsedikit.Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 ± 1,5 mm, empat kalilebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panastubuh.Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalaukekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.

Adalah bagian terminal lapisan tunduk yang menebal .

Bagian-bagian kuku terdiri dari :

–       Matriks kuku

–       Dinding kuku

–       Alur kuku

–       Lempeng kuku

–       Lunula

–       Eponikum

–       Hiponikum

v    KELENJAR-KELENJAR PADA KULIT

  1. Kelenjar keringat ( glandula sudorifera ) : terdapat di lapisan dermis , yang di klasifikasi menjadi 2 kategori :
    1. Kelenjar ekrin : terdapat disemua kulit , melepas keringat sebagai reaksi peningkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh
    2. Kelnjar apokrin : terdapat di aksil, anus, siktorum, labia mayora, dan bermuara pada tolkel rambut .
    3. Kelenjar sabasea : berfungsi mengkontrol sekresi yang ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yaga akan melumasi rambut sehingga menjadi halus, lentur, dan lunak.

PROSEDUR

  1. Anatomi
  2. Kulit katak

Lengkapi dan pelajari bagian-bagian katak kemudian buat irisan pada kulit katak sebagai berikut : sisipkan kulit katak ke dalam sepotong gabus kemudian dengan menggunakan silet yang tajam iris kulit katak secara melintang dari kulit katak. Teteskan larutan NaCl fisiologis lalu amati di bawah mikroskop. Amati dengan pembesaran rendah dan catat adanya macam-macam lapisan pada kulit katak tersebut. Kemudian potong irisan sehingga potongan kulit diorientasikan pada posisi yang sama seperti diagram. Gambarkan penampang dan tunjukan pada bagian sel-sel mati, epidermis hidup, lapisan malpigi, dermis, sel-sel pigmen, kelenjar kulit, saluran kelenjar kulit, dan pembuluh darah. Kemudian catat pada data pengamatan.

  1. FISIOLOGI
  2. Sensasi kulit

Gambarkan suatu daerah dengan luas sekitar 2cm pada permukaan anterior dari lengan bawah.

Pada daerah tersebut lakukan sentuhan pelan-pelan dengan bulu sikat paling sedikit 20 tempat yang berbeda. Gunakan tekanan halus untuk membengkokkan bulu sikat. Berikan tekanan yang sama pada setiap daerah yang sama setiap kali. Jika dirasakan adanya sensasi, tandai dengan huruf S untuk sentuh.

Dinginkan paku dalam air es. Kemudian keringkan paku lalu sentuh pelan-pelan dengan menggunakan ujung paku paling sedikit 20 tempat pada daerah tadi. Apabila dirasakan sensasi, tandai huruf D untuk dingin.

Panaskan paku dalam air 40°C atau 50°C. dengan menggunakan paku yang dipanaskan cari lokasi reseptor panas lalu tandai dengan huruf P apabila dirasakan sensasi panas.

Kemudian lakukan kembali pada daerah yang sama dengan menggunakan jarum untuk mencari reseptor nyeri. Sensasi akan dirasakan jika reseptor nyeri distimulasi oleh tekanan ringan, yang mewakili syok listrik ringan. Tandai tempat reseptor pada daerah tersebut dengan daerah N.

Setelah semua dilakukan, jumlahkan lokasi reseptor untuk tiap sensasi. Ulangi percobaan pada daerah antara lutut dan mata kaki. Amati apakah ada perbedaan dalam jumlah reseptor pada kedua daerah. Bandingkan hasil yang diperoleh.

  1. Sensasi tekanan

Kawan anda menutup mata. Tekan oleh anda dengan ujung pensil cukup kuat pada suatu titik dikulit hingga ada bekasnya. Lalu suruh kawan anda melokasikan tekanan tersebut. Kemudian catat dalam jarak mm antara kedua titik tersebut. Lakukan percobaan ini lima kali dan rata-ratakan hasil yang diperoleh apakah lokasinya membaik pada pengujian kedua tersebut. Kemudian ulangi ulangi prosedur pada bagian ujung jari, punggung tangan, lengan atas bagian dalam dan tengkuk. Catat pada data pengamatan.

  1. Adaptasi reseptor
  • Stimulasi sentuhan

Seorang kawan menutup matanya. Tempatkan suatu benda (misalnya mata uang) pada kulit permukaan ventral lengan. Amati berapa detik sensasi sentuh berlangsung, ulangi percobaan pada daerah lain dari lengan. Kemudian setelah sensasi menghilang tambahkan dua mata uang dengan ukuran yang sama dia atas mata uang pertama. Rasakan apakah sensasi tekanan terasa kembali? Jika ya, berapa detik sensasi ini berlangsung.

  • Stimulasi suhu

Celupkan jari telunjuk anda dalam air hangat selama dua menit. Kemudian jari telunjuk lainnya ke dalam wadah air hangat yang sama. Catat perbedaan sensasi yang dirasakan pada tiap jari.

Kemudian celupkan satu jari telunjuk ke dalam air hangat dan jari telunjuk lain ke dalam air es. Setelah dua menit, celupkan kedua jari ke dalam wadah air ledeng dingin yang sama. Amati hasil yang diperoleh

  • After image

Letakkan pensil di belakang telinga antara kepala dan daun telinga. Rasakan apa yang terjadi bila pensil di angkat.

  1. Daya membedakan

Lakukan dengan ujung jari, penilaian terhadap benda dari berbagai tingakat kekerasan (amplas) dan benda dari berbagai bentuk ( mata uang, kunci). Yang diberikan oleh kawan anda. Lakukan dengan mata tertutup. Ulangi percobaan dengan lengan bawah. Bedakan dua benda yang hampir sama beratnya pada percobaan tersebut.

  1. Nyeri acuan

Tempatkan sikut dalam air es, setelah terasa dingin angkat kembali. Dalam periode tertentu catat perubahan dalam lokasi sensasi. Jika lokasi sensasi berubah dimana nyeri acuan dirasakan.

  1. Pengaturan suhu tubuh melalui kulit

Pada kapas yang sudah di basahi dengan eter gosokan pada kulit, apa yang dirasakan. Ulangi dengan menggunakan etanol apa yang dirasakan pula.

Hasil Pengamatan

  1. Anatomi Katak

1. Sel-Sel mati : √

2. Epidermis Hidup : tidak terlihat

3. Lapisan Malpigi :  tidak terlihat

4. Dermis : tidak terlihat

5. Sel-sel Pigmen : √

6. Kelenjar Kulit : tidak terlihat

7. Saluran Kelenjar Kulit : tidak terlihat

8. Pembuluh Darah : tidak terlihat

B. Fisiologi

1. Sensasi Kulit

No Daerah S D P N
1 Lengan 19 14 15 19
2 Antara mata kaki dan lutut 13 14 14 18

2. Sensasi Tekanan

No Daerah Jarak Antara 2 titik (mm)
1 Ujung Jari v  0.002 mmv  0.003 mm

v  0.006 mm

v  0.005 mm

v  0.001 mm

2 Punggung Tangan v  0.01 mmv  0.02 mm

v  0.015 mm

v  0 mm

v  0.012 mm

3 Lengan atas bagian dalam v  0.025 mmv  0.02 mm

v  0.015 mm

v  0.028 mm

v  0.014 mm

4 Tengkuk v  0 mmv  0.015 mm

v  0 mm

v  0.02 mm

v  0.03 mm

3. Adaptasi Reseptor

a. Stimulasi Seentuhan

No Daerah Jumlah koin Waktu (detik)
1 Lengan 1 v 15.37 detikv 11.2 detik
2 Lengan 2 v 13.83 detikv 15.01 detik

b. Stimulasi Suhu

v  Air Hangat

No 1 Jari Kiri 1 Jari Kanan
1 Jari terasa mengeras Mula-mula jari masih beradaptasi, lama-kelamaan terasa panas dan mengeras

v  Air dingin + Air ledeng

No Air Panas Air Dingin Air Ledeng
1 Jari (kiri) mengeras dan terasa perih Jari (kiri) terasa sedikit dingin Jari (kiri) terasa tidak sakit dan lama- kelamaan mengeras

c. After Image

Mula-mula tidak terasa ada reaksi, lama-kelamaan terasa denyutan (tidak terlalu lama) kemudian menghilang.

4. Daya Membedakan

No Ampelas Halus Ampelas Agak Kasar Ampelas Kasar
1 Ampelas terasa halus saat dipegang, lama-kelamaan terasa kasar Ampelas terasa kasar, lama-kelamaan terasa sakit pada kulit Ampelas terasa sangat kasar, lama-kelamaan sangat sakit dikulit

5. Nyeri Acuan

Mula-mula siku terasa dingin, lama-kelamaan lokasi sensasi berubah menuju ke telapak tangan lalu ada sedikit sensasi pada jari manis.

6. Pengaturan Suhu Tubuh melalui Kulit

v  Eter                : Mula-mula kulit terasa dingin, kemudian rasa dingin langsung menghilang      dan Meresap pada kulit.

v  Etanol  : Mula-mula kulit terasa dingin seperti pada saat diberi eter, lama-kelamaan

etanol meresap pada kulit tetapi proses penyerapan lebih lambat

dibandingkan dengan eter.

Pembahasan

Pada saat melakukan percobaan anatomi kulit katak, hasil pengamatan yang terlihat adalah hanya terlihat sel-sel mati dan sel-sel pigmen. Seharusnya terlihat lapisan-lapisan kulit katak seperti pada literatur, namun hasil yang didapat berbeda dengan literatur, itu  dikarenakan preparat yang mungkin terlalu tebal dan kurang tepat pemotongannya, sehingga preparat yang didapat tidak bisa menunjukkan sel-sel lapisan kulit katak yang seharusnya.

Pada sensasi kulit di daerah lengan memiliki 19 sentuhan dari 20 sentuhan pada tempat yang berbeda – beda. Pada sensasi kulit di daerah lengan memiliki 14 sentuhan yang berasa dingin dari 20 sentuhan dingin pada tempat yang berbeda – beda. Pada sensasi di daerah lengan memiliki 15 sentuhan yang berasa panas dari 20 sentuhan panas pada tempat yang berbeda – beda. Pada sensasi kulit di daerah lengan memiliki 19 sentuhan nyeri dari 20 sentuhan nyeri pada tempat yang berbeda – beda. Rasa sakit  atau nyeri bisa membuat sensasi kulit lebih banyak sehingga kulit lebih banyak terasa sensasinya

Pada sensasi antara lutut dan mata kaki memiliki 13 sentuhan dari 20 sentuhan pada tempat yang berbeda – beda. Pada sensasi antara lutut dan mata kaki memiliki 14 sentuhan dingin dari 20 sentuhan pada tempat yang berbeda – beda. Pada sensasi antara lutut dan kaki memiliki 14 sentuhan panas dari 20 sentuhan pada tempat yang berbeda – beda. Pada sensasi antara lutut dan mata kaki memiliki 18 sentuhan nyeri dari 20 sentuhan pada tempat yang berbeda – beda. Dalam percobaan pada sensasi kulit lebih peka pada daerah lengan , karena lengan lebih peka terhadap rangsangan.

Pada percobaan sensasi tekanan pada ujung jari dilakukan pada 5 ujung jari tangan. Pada ujung jari pertama terjadi kesalahan pada jarak 0,002 mm. pada ujung jari ke dua terjadi kesalahan pada jarak 0,003 mm. pada ujung jari ke tiga terjadi kesalahan pada jarak 0,006 mm. pada ujung jari ke empat terjadi kesalahan pada jarak 0,005 mm. pada ujung jari ke lima terjadi kesalahan pada jarak 0,005 mm.

Pada percobaan sensasi tekanan pada punggung tangan dilakukan pada  5 tempat yang berbeda. Pada punggung tangan pertama terjadi kesalahan pada jarak 0,01 mm. pada punggung tangan yang ke dua terjadi kesalahan pada jarak 0,02 mm. pada punggung tangan yang ke tiga terjadi kesalahan pada jarak 0,015 mm. pada punggung tangan yang ke empat tidak terjadi kesalahan. Pada punggung tangan yang ke lima terjadi kesalahan pada jarak 0,012mm.

Pada percobaan sensasi tekanan pada lengan bagian dalam dilakukan pada 5 tempat yang berbeda. Pada lengan bagian dalam pertama terjadi kesalahan pada jarak 0,025 mm. pada lengan bagian dalam ke dua terjadi kesalahan pada jarak 0,02 mm. pada lengan bagian dalam ke tiga terjadi kesalahan pada jarak 0,015 mm. pada lengan bagian dalam ke empat terjadi kesalahan pada jarak 0,028 mm. pada lengan bagian dalam ke lima terjadi kesalahan pada jarak 0,014 mm.

Pada percobaan sensasi tekanan pada tengkuk dilakukan pada 5 tempat yang berbeda. Pada tengkuk pertama tidak terjadi kesalahan. Pada tengkuk ke dua terjadi kesalahan pada jarak 0,015 mm. pada tengkuk ke tiga tidak terjadi kesalahan. Pada tengkuk ke empat terjadi kesalahan pada jarak 0,02 mm. pada tengkuk ke lima terjadi kesalahan pada jarak 0,003 mm.Dalam percobaan pada sensasi tekanan yang dilakukan oleh ujung pensil dan anggota tubuh yang lebih peka adalah pada tengkuk, karena tengkuk lebih peka terhadap rangsangan.

Pada percobaan adaptasi reseptor untuk stimulasi sentuhan pada koin 1 dilakukan 2 percobaan. Pada percobaan pertama terasa hingga 15.37 detik. Pada percobaan ke dua terasa hingga 11.02 detik.

Pada percobaan adaptasi reseptor untuk stimulasi sentuhan pada 2 koin dilakukan percobaan sebanyak 2 kali. Pada percobaan pertama terasa hingga 13.82 detik. Pada percobaan ke dua terasa hingga 15.00 detik.

Pada percobaan adaptasi reseptor untuk stimulasi suhu dilakukan oleh air hangat, air dingin dan air ledeng. Pada saat melakukan oleh air hangat telunjuk sebelah kiri setelah dimasukan kedalam air hangat jari terasa keras. Dan pada jari sebelah kanan jari masih beradaptasi lama – kelamaan terasa panas dan mengeras.pada saat jari telunjuk di masukan ke dalam air panas jari terasa mengeras dan teras perih kemudian jari dimasukkan ke dalam air dinggin jari terasa sedikit dingin, kemudian jari yang sudah dimasukkan ke dalam air dingin dimasukkan ke dalam air ledeng jari terasa tidak sakit dan mengeras.

Pada saat melakukan percobaan after image mula – mula tidak terasa apapun pada saat pensil diletakkan dibelakang telinga dan lama – kelamaan terasa denyutan dan menghilang. Adanya adaptasi reseptor terhadap rangsangan benda yang dihasilkan melalui tekanan, getaran dan sifat sifat fisik benda, mengakibatkan kita terbiasa dalam memakai benda tersebut. sehingga pada saat mencopot benda, reseptor-resepto r tersebut memperlihatkan suatu “off reseptor” dan adanya sirkuit reverberasi atau sirkuit bolak balik menyebabkan kita menyadari bahwa benda telah di copot. Mekanisme adaptasi ini dilakukan oleh badan paccini.Perasaan iringan terjadi karena adanya impuls yang terus beredar dalam lingkaran rantai neuron daerah yang terangsang, walaupun stimulus sudah tidak ada lagi.

Pada saat melakukan percobaan daya membedakan dengan menggunakan ampelas halus, agak kasar dan kasar. Pada saat menggunakan ampelas halus yang dirasakan adalah ampelas terasa halus, dan lama – kelamaan terasa kasar, pada saat melakukan dengan menggunakan ampelas agak kasar yang dirasakan adalah ampelas terasa kasar dan lama – kelamaan terasa sakit di kulit, pada saat melakukan percobaan dengan menggunakan ampelas kasar yang dirasakan adalah ampelas terasa sangat kasar dan lama – kelamaan sangat sakit di kulit.Seorang dapat membedakan ampelas yang berbeda, hal ini terjadi karena sensasi sentuhan terhadap ampelas yang pertama telah diingat oleh otak.Dalam hal ini kulit berfungsi sebagai reseptor atau penerima stimulus.Sentuhan diterima stimulus yang diteruskan menuju sistem syaraf pusat, kemudian stimulus yang lain diterima lalu diteruskan untuk dicocokan dengan sensasi yang telah diterima sebelumnya, yang telah tersimpan dalam otak. Oleh karena itu, pengamat dapat membedakan tekstur ampelas yang berbeda. Pada bagian dermis, terdapat Corpus Meissener yang berfungsi sebagai reseptor sentuhan.

Pada saat melakukan percobaan nyeri acuan pada saat siku dalam air es mula – mula terasa dingin , lama – kelamaan lokasi sensasi berubah ketelapak tangan kemudian ada sedikit sensasi pada jari manis. Ini disebabkan karena sisi dalam dari tangan lewat melalui persendian siku. Saraf planar berfungsi sebagai mediator untuk sensasi nyeri acuan yang telah dilakukan, ini bisa disebabkan karena praktikan telah mengalami contoh nyeri acuan yang lain, seperti nyeri acuan pada dahi setelah menelan es dingin.

Pada saat melakukan percobaan pengaturan suhu tubuh melalui kulit percobaan dilakukan dengan menggunakan eter dan etanol. Pada saat eter di gosokan pada kulit terasa dingin dan lama – kelamaan menghilang lalu menyerap dingin pada kulit, kemudian pada saat etanol di gosokan pada kulit terasa dingin dan menyerap kulit agak lama di bandingkan dengan eter penyerapan dinginnya lebih cepat.Yang dirasakan, Eter lebih dingin dirasakan daripada Etanol. Eter memiliki titik didih yang sebanding dengan hidrokarbon dengan berat molekul yang sama.Titik didih dietil eter (MW = 74) adalah 34,6ºC, dan pentana (MW = 72) adalah 36ºC.Alhohol memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan eter atau hidrokarbon yang sebanding. Titik didih butil alkohol (MW = 74) adalah 117,7ºC. Molekul-molekul alkohol dapat berikatan satu sama lain melalui ikatan hidrogen, sementara eter dan hidrokarbon tidak dapat. Meskipun demikian, eter juga dapat membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa-senyawa seperti air.

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

  • Kulit manusia terdiri atas tiga lapisan, yaitu epidermis ,dermis, dan subkutan
  • Ujung saraf tanpa selaput, merupakan ujung saraf perasa nyeri
  • Pada  percobaan anatomi kulit katak hanya terlihat sel-sel mati dan sel-sel pigmen.
  • Pada percobaan Fisiologi sensasi kulit, sensasi lebih banyak dirasakan pada lengan daripada antara matakaki dan betis.
  • Pada percobaan Fisiologi sensasi tekanan, pada ujung jari yang lebih peka terhadap rangsangan adalah tengkuk.
  • Pada percobaan Fisiologi Adaptasi reseptor, stimulan sentuhan lebih lama terasa pada dua  koin daripada satu koin.
  • Pada percobaan Fisiologi Adaptasi reseptor, stimulan suhu pada saat jari dimasukkan ke dalam air ledeng, jari yang paling peka dalah jari yang telah dimasukkan ke air dingin sebelumnya.
  • Pada percobaan After image, rangsangan masih terasa sebentar setelah benda dicopot.
  • Pada percobaan Daya membedakan, praktikan dapat membedakan ketiga ampelas yang berbeda permukaannya.
  • Pada percobaan Nyeri acuan, nyeri lebih terasa pada jari manis.
  • Pada percobaan Pengturan suhu tubuh melalui kulit, yang lebih terasa dingin adalah eter dibanding dengan etanol.

Daftar Pustaka

www.docstoc.com/docs/58180799/ANATOMI-DAN-FISIOLOGI-SISTEM-INTEGUMEN-(KULIT)

LAMPIRAN

  1. Apa perbedaan struktur epidermis yang terdapat pada kulit manusia dan kulit katak ?
  2. Apakah semua sensasi yang dirasakan pada percobaan ini di monitor oleh reseptor yang sama ? jelaskan .

Apa keuntungan hal ini bagi tubuh ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s