PANCA INDERA

  1. I.                    Tujuan

ü    Mengenal struktur anatomi organ-organ sensorik khusus

ü    Mengenal mekanisme fisiologi dan sifat-sifat indera

  1. II.                  Teori

Panca indera adalah organ-organ akhir yang di khususkan untuk menerima jenis rangsanagn tertentu. Serabut saraf yang melayani nya merupakan alat perantara  yang membawa kesan rasa (sensory imfression) dari organ indera menuju otak , tempat perasaan itu ditafsirkan. Beberapa kesan rasa timbul dari luar, seperti sentuhan , pengecapan , penglihatan, penciuman,, dan suara. Lainnya timbul dari dalam , antara lain lapar, haus, dan rasa sakit.

Dalam sagala hal , serabut saraf-saraf sensorik dilengkapi dengan ujung –akhir-khusus guna mengumpulkan rangsangan perasaan yang khas itu tempat organ berhubungan.

Tampak nya , kita seolah-olah mengecap dengan ujung saraf pada lidah, mendengar dengan saraf dalam telinga, dan sentuhannya, teta

pi sesengguhnya otaklah yang menilai semua perasaan itu.

Macam-macam panca indera :

  1. Indera pengecap = lidah

Pada hakikatnya lidah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan indera khusus pengecap. Lidah sebagian besar terdiri atas dua kelompok otot yaitu : otot instrinsik dimana lidah melakukan semua gerakan halus , sementara otot entrinsik mengkaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melakanakan  gerakan-gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan . lidah mengaduk-aduk makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi. Dan akhirnya mendorong masuk faring.

kemoreseptor untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. Letak masing-masing rasa berbeda-beda yaitu :

  1. Rasa Asin = Lidah Bagian Depan
  2.  Rasa Manis = LidahBagianTepi
  3. Rasa Asam / Asem = LidahBagianSamping
  4. Rasa Pahit / Pait = LidahBagianBelakang

Reseptorlidah :

Gambar 5.1 anatomilidah

Kemoreseptoradalahbagian yang berfungsiuntukmenangkaprangsangankimia yang larutpada air.

  1. Indera penciuman = hidung

Nervus olfaktorius atau saraf krinal pertama melayani ujung organ pencium. Serabut-serabut sraf ini timbul pada bagian atas selaput lendir hidung , yang dikenal sebagai bagian olfaktorik hidung.

Nervus olfaktarius dilapisi sel-sel yang sangat khusus, yang mengeluarkan fibril-fibril halus untuk berjalin dengan serabut-serabut dari bulbus olfaktarius , yang pada hakikatnnya merupakan bagian otak terkecil adalah bagian yang agak berbentuk  bulbus  (membesar) dari saraf olfaktorius yang terletak diatas lempeng kribiformin tulang etmoid. Dari bulbus olfaktorius ,perasaan bergerak melalui traktus olfaktorius dengan perantara beberapa stasiun penghubung ,hingga mencapai daerah penerimaan akhir dalam pusat olfaktori pada lobus temporalis otak, tempat perasaan itu di tafsirkan.

Rasa penciuman akan  dirangsang oleh gas yang terhirup atau oleh unsure halus. Rasa penciuman ini sangat peka , dan kepekaannya mudah hilang bila di hadapkan pada suatu bau yang sama untuk suatu waktu yang cukup lama.

  1. INDRA PERABA (KULIT)

Kulitadalahalatinderakita yang mampumenerimarangsangantemperatursuhu, sentuhan, rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya.Padakulitterdapatreseptor yang merupakanpercabangandendritdari neuron sensorik yang banyakterdapat di sekitarujungjari, ujunglidah, dahi, dll.

  1. INDRA PENGLIHATAN (MATA).

Matamerupakan salah satu alat indera yang tak ternilai harganya.Mata terdiri atas bola mata yang terletak di dalamlekuk mata

Selain bola mata, di dalam lekuk mata terdapat juga saraf penglihatan dan alat tambahan.

Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya meyimpang dari bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan.

Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar danwarna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapitermasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada),kelopak, dan bulu mata.

Bagian-bagian mata :

  1. Bola Mata

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata.

Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut :

gambar 5.2 anatomimata

  1. Sklera

merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebutkornea.

Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

  1.  Koroid

Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulansinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depanmembentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil(anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliarismembentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi danrelaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.

  1. Selaput jala mata (Retina)

Retina merupakan selaput yang mengandung sel-sel indera. Retina berfungsi sebagai layar, tempat terbentuknya bayangan, seperti halnya pelat film pada kamera.Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungandengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yangmemanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak pekaterhadap sinar dan daerah ini disebutbintik buta.

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bolamata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yangdisebutaqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisivitreous humor.

Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata darikerusakan.

Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak mata disebut konjungtiva,Selaput ini peka terhadap iritasi.

Konjungtiva penuhdengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebutkonjungtivitis.Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yangkeluar dari kelenjar air mata(kelenjar lakrimal)yang terdapat di bawah alis.Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalammata.

  1.  Kelenjar Lakrima (Air mata)

Menghasilkan air mata untuk membasahi mata.

  1. Konjunktiva

Adalah membran tipis pelindung (lapisan jaringan)

  1. Cairan Aqueous

Di belakang kornea terdapat cairan yang disebut cairan aqueous yang berfungsiuntuk membiaskan cahaya yang masuk sehingga terfokus ke lensa mata.

  1. Selaput pelangi (Iris)

Selaput ini memberikan pola warna pada mata kita. Berupa piringan berwarna yang mengatur ukuran Pupil. Pupil akan mengecil jika cahaya yangditerima mata terlalu banyak dan akan membesar jika cahaya yang diterima terlalusedikit. Iris terdapat di belakang kornea dan berpigmen. Pigmen ini menentukanwarna pada mata seseorang.

  1. Pupil

Lubang di dalam Iris yang dilalui berkas cahaya. Pupil terdapat di tengah-tengah iris. Pupil dapat mengecil dan membesar, seperti fungsi diafragma padakamera. Pupil membuka dan menutup secara otomatis bergantung pada cahayayang masuk. Jika cahaya terang, pupil akan mengecil, sedangkan ketika gelap, pupil akan membesar.

  1. Lensa

Lunak dan transparan, mengatur fokus citra.

  1. Cairan bening (vitreous humor )

Zat transparan seperti jeli, berfungsi untuk meneruskancahaya dari lensa mata keretina.

  1. Saraf Optik

Mengirim informasi visual ke otak

Kornea merupakan bagian mata yang bersifat tembus pandang dan berfungsisebagai pelindung matamu. Agar tetap bening dan bersih, kornea ini dibasahi olehair mata yang berasal dari kelenjar air mata.

  1. Otot Mata

Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranyadisebut otot rektus(rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektusinternal).

otot berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, keatas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).

Ada 4 Bagian-bagian yang melindungi mata :

  1. Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.
  2. Kelopak mata, berguna untuk melindungi mata dari debu, asap, dan bendaasing lain
  3. Bulu mata, berguna untuk mengurangi cahaya dan kotoran yang masuk.
  4. Kelenjar air mata, menghasilkan air mata yang berguna untuk membasahikornea

v Fungsi Mata

Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasanlima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, danvitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang- bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling pekaterhadap sinar.Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus)Dansel batang (sel basilus).

Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ketengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuninghanya ada sel konus saja.Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebutrodopsin,yaitu suatusenyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari,maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untukpembentukan kembali memerlukanwaktu yang disebutadaptasi gelap

(disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktuadaptasi, mata sulit untuk melihat.Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawaiodopsinyangmerupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitusel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam selkonus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu selkonus akan menyebabkan buta warna.Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebuttitik dekat (punctum proximum).

Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebuttitik  jauh (punctum remotum).Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yangmasuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dariobyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak  paralel.Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekatharus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retinaagar obyek terlihat jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.

Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtivakorea.Cahaya dari obyek yang dekatmembutuhkan lebih banyak pembiasan untuk  pemfokusan dibandingkan obyek yang jauh

Matamamaliamampumengubah derajat pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa

Cahaya dari obyek yang jauh difokuskan olehlensa tipis panjang,sedangkan cahaya dariobyek yang dekat difokuskan dengan lensa yangtebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa iniakibat kerja otot siliari. Saat melihat dekat, ototsiliari berkontraksi sehingga memendekkanapertura yang mengelilingi lensa. Sebagaiakibatnya lensa menebal dan pendek Saatmelihat jauh, otot siliari relaksasi sehinggaapertura yang mengelilingi lensa membesar dantegangan ligamen suspensor bertambah. Sebagaiakibatnya ligamen suspensor mendorong lensasehingga lensa memanjang dan pipih.Proses pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda- berda disebutdaya akomodasi.

  1.  Akomodasi mata saat melihat jauh
  2.  Akomodasi mata saat melihat dekat

Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera, kecualicara mengubah fokus lensa.

Persamaan dan perbedaannya disajikan pada Tabel.

gambar 5.4 fokuslensa

Pada anak-anak, titik dekat mata bisa sangat pendek, kira-kira 9 cm untuk anak umur 11 tahun. Makin tua, jarak titik dekat makin panjang. Sekitar umur 40tahun – 50 tahun terjadi perubahan yang menyolok, yaitu titik dekat mata sampai50 cm, oleh karena itu memerlukan pertolongan kaca mata untuk membaca berupakaca mata cembung (positif). Cacat mata seperti ini disebut presbiopi. atau matatua karena proses penuaan. Hal ini disebabkan karena elastisitas lensa berkurang.Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap. Mata jauh dapat terjadi pada anak-anak; disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang-bayang jatuh di belakang retina. Cacat mata pada anak-anak seperti ini disebuthipermetropi.

Miopi atau mata dekat adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mataterlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuhdi depan retina. Pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh,mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Untuk cacat seperti iniorang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Miopi biasa terjadi padaanak-anak.

Astigmatismamerupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehinggafokusnya tidak sama, akibatnya bayang-bayang jatuh tidak pada tempat yangsama. Untuk menolong orang yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaituyang mempunyai beberapa fokus

Katarak adalah cacat mata, yaitu buramnya dan berkurang elastisitasnyalensa mata. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. Pada orang yangterkena katarak pandangan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang.Kelainan-kelainan mata yang lain adalah:

  1. Imeralopi (rabun senja): pada senja hari penderita menjadi rabun
  2. Xeroftalxni: kornea menjadi keying dan bersisik
  3. Keratomealasi: kornea menjadi putih dan rusak
  1. INDERA PENDENGARAN ( TELINGA )

Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi danuntuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagiantelinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengahmeneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada padatelinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impulske otak untuk diolah.Indra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam telinga.

Telingamanusia terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  1. Telinga luar , yang menerima gelombang suara.2.
  2. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan dari udara ke tulang danoleh tulang ke telinga dalam.3.
  3. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang berjalan melalui nervus akustikus ke susunan saraf pusat. Telinga dalam jugamengandung organvestibuler yang berfungsi untuk mempertahankankeseimbangan.

Reseptortelinga :

Gambar 5.5 anatomitelinga

  1. III.                AlatdanBahan

Alat :

ü    Model anatomistelinga

ü    Model anatomismata

ü    Pengukur pupil mata

ü    Lampusenter

ü    Pipettetes

ü    Garputala

ü    Stofwatch

ü    Penutupmata

ü    Penutuphidung

ü    Kapas

Bahan :

ü    Larutankininsulfat 0,1 %

ü    Larutankininsulfat 0, 000008 M

ü    Larutansukrosa 0,01 M dan 5 %

ü    Larutanasamasetat 1 %

ü    Larutanasamklorida 0,0009 M

ü    Larutannatriumklorida 0,1 M dan 10 %

ü    Air es

ü    Beberapamakananseperti : jambu, kentang , bawangmerah

ü    Kamfer

ü    Minyakpermen

ü    Minyakcengkeh

  1. IV.                PROSEDUR
  2. Penglihatan (Visi)
    1. Anatomi mata

Anatomi mata dipelajari dan dibuat gambar serta bagian – bagian anatomi mata.

  1. Fisiologi penglihatan
    1. Refleks akomodasi

Pupil mata diukur dan diamati adanya perbedaan ukuran pupil mata di bawah sinar biasa dan sinar terang, kemudian pupil mata diukur pada saat melihat obyek pada jarak 5 meter maupun 20 cm.

  1. Titik dekat

Mula – mula mata difokuskan pada obyek pensil pada jarak 1 meter selanjutnya obyek digerakkan perlahan – lahan sampai mendekati mata sehingga obyek terlihat berganda, kemudian obyek kembali digerakkan hingga tampak kembali sebagai obyek tunggal.

  1. Bintik buta

Mula – mula Mata kiri ditutup, kemudian mata kanan difokuskan pada tanda (+) dengan jarak 60 cm. Selanjutnya mata kanan tetap difokuskan pada tanda (+), lalu gambar digerakkan mendekati mata. Pada jarak tertentu bintik hitam menghilang, tetapi muncul kembali pada jarak yang lebih dekat. Kemudian dihitung jarak antara mata dan gambar.

  1. Kecap (Rasa)
    1. Distribusi reseptor kecap

Dengan menggunakan satu tetes larutan dibawah ini, lokasi reseptor ditentukan untuk empat jenis rasa pada lidah :

Larutan kinin sulfat 0,1%, Larutan sukrosa 5%, Larutan asam asetat 1%, Larutan natrium klorida 10%. Setiap kali setelah mengecap rasa, lalu dikumur dengan air tawar.

  1. Nilai ambang rasa

Larutan – larutan dibawah ini merupakan larutan yang memiliki rasa pada nilai ambang rasa lidah (pada rata-rata orang)

Pahit yaitu kinin 0,000008 M, Manis yaitu sukrosa 0,01 M, Asam yaitu asam klorida 0,0009 M, Asin yaitu natrium klorida 0,01 M. Pada saat mencicipi larutan tersebut, lidah tidak boleh digoyangkan.

  1. Pendengaran dan kesetimbangan

Fisiologi pendengaran

  1. Ketajaman pendengaran

Sebuah jam yang berdetak ditempatkan pada telinga kanan salah satu anggota kelompok dengan mata tertutup dan telinga kiri disumbat dengan kapas. Selanjutnya jam perlahan – lahan dijauhkan lalu ditentukan jarak detak jam yang tepat tidak terdengar lagi. Langkah berikutnya jam tersebut dijauhkan sedikit lagi, kemudian perlahan-lahan didekatkan kembali pada telinga. Lalu ditentukan jarak jam yang tepat terdengar kembali. Kemudian dilakukan hal yang sama pada telinga kiri dalam keadaan telinga kanan tersumbat. Selanjutnya dibandingkan ketajaman telinga kiri dan telinga kanan.

  1. Uji weber

Sebuah garpu tala dipukulkan pada lutut, kemudian garpu tala ini digigit diantara gigi, dengan keadaan bibir terbuka. Selanjutnya untuk mendapatkan keadaan serupa ketulian konduksi percobaan dilakukan dengan salah satu telinga yang disumbat oleh kapas.

  1. Uji keseimbangan

Salah satu anggota kelompok berdiri tegak, kemudian kaki dirapatkan dan ditutup matanya. Selanjutnya dalam keadaan demikian dicatat waktu berdiri selama 5 menit tanpa gerak.

  1. Penciuman
    1. Adaptasi penciuman

Mata dari salah satu anggota kelompok ditutup, kemudian kamfer diciumkan pada salah satu lubang hidungnya. Selanjutnya waktu dicatat bila subyek tak dapat lagi mendeteksi bau tersebut. Langkah berikutnya subyek diminta untuk membedakan bau minyak permen dan minyak cengkeh, kemudian hasil pengamatannya dicatat.

  1. Transmisi impuls penciuman

Transmisi impuls penciuman manusia digambarkan secara skematis.

  1. Interaksi rasa dengan penciuman

Kedua lubang hidung dan mata subyek ditutup. Selanjutnya pada lidah yang terjulur potongan – potongan makanan dengan jenis yang berbeda  ditempatkan secara bergantian , kemudian percobaan diulangi dengan lubang hidung terbuka.

V. Data pengamatan

A. penglihatan

1. Anatomi mata

gambar 5.6 anatomimatamanusia

ü  Konjungtiva

ü  Sklerea

ü  Iris

ü  Koroid

ü  Aqueos humor

ü  Lensa

ü  Retina

ü  Bintik buta

ü  M. Rectus inferior

ü  M. Rectus superior

ü  M. Obliques inferior

ü  Central retina arteri

ü  Central retina vena

2. fisioligi penglihatan

a. Refleks Akomodasi

ð * Sinar biasa                  : Pupil mata berukuran kecil

* Sinar terang                : Pupil mata berukuran kecil

ð * Jarak 5 meter            : pada jarak 5 meter, pupil mata berukuran besar.

* Jarak 20 meter          : pada jarak 20 meter, pupil mata berubah ukuran menjadi lebih                                                                 kecil.

b. Titik Dekat

ð * Jarak Obyek 1 meter berganda : 18 cm

* Jarak (titik) akomodasi                 : 68 cm

c. Bintik Buta

ð * Jarak awal                  : 60 cm

ð * Jarak bintik buta      : 26 cm

B. Kecap (rasa)

1. Distribusi reseptor kecap

ü  Larutan kaffein 0,1 %                     : Tidak berasa

ü  Larutan sukrosa 5%                        : Manis

ü  Larutan asam asetat 1%                                : Asin

ü  Larutan natrium klorida 10 %      : Asin

2. Nilai ambang rasa

Nama Pahitkinin 0,000008 M ManisSukrosa 0,01 M AsamAsam asetat 0,0009 M AsinNatrium klorida 0,01 M
Nenden Pahit Manis Asam Tidak berasa
Khairunisa Pahit Manis Pahit Tidak berasa
Rissa Pahit Manis Asam Asin
Hana Pahit Manis Asam Asin
Anissa Pahit Manis Asam Tidak berasa
Septi Pahit Manis Asam Tidak berasa

C. Pendengaran dan Kesetimbangan

1. Anatomi telinga

ü  Pinna

Gambar 5.6 pinna

ü  Meatus aditorius external

Gambar 5.7 meatus aditorius external

ü  Membran tipani (gendang telinga)

Gambar 5.8 membrantipani (gendangtelinga)

ü  Rongga telinga tengah

Gambar 5.9 anatomironggatelingatengah

ü  Malleus

Gambar 5.9 anatomi malleus

ü  Incus

Gambar 5.10 anatomi incus

ü  Stapes

Gambar 5.11 anatomi stapes

ü  Cochlea

Gambar 5.12 anatomi cochlea

ü  Kanai-kanai semisirkular

ü  Tabung eustachius

Gambar 5.13 anatomitabungeustachius

2. Fisiologi pendengaran

a. Ketajaman Pendengaran

ü   Telinga kanan   : Tidak terdengar 5,5 cm

Terdengar 4,4 cm

ü  Telinga Kiri          : Tidak terdengar 4,1 cm

Terdengar 2,5 cm

b. Uji weber

ü  Dengan garputala : Pada gigi terasa bergetar dan terdengar bunyi yang berasal dari posisi median, maka pendengaran tersebut normal.

c. Lengkapi tabel berikut

Komponen alat pendengaran Fungsi
1. TelingaLuar2. Telingadalam

3. Telinga Tengah

4. Serumen

5. MembranTifani

6. GendangTelinga

7. SaluranEustachius

8. Tulang” Pendengaran

9. Koklea

10. Utrikulus&Sakula

 

–       Menangkap suara-       Menerima rangsangan bunyi dan mengirimkannya berupa implus ke otak

–       Menjaga tekanan udara agar seimbang

–       Melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi

–       Untuk menangkap getaran

–       Mengantar getaran suara dari udara ke tulang pendengaran

–       Menghubungkan telinga tengah dg bagian telinga belakang

–       Meneruskan getaran yg disampaikan gendang telinga

–       Berperan dalam penerimaan suara

–       Berperan dalam penerimaan suara

d. Uji Keseimbangan

ü  Dalam keadaan tegak dengan mata tertutup dengan jangka waktu 5 menit :

Praktikan kurang mampu  berdiri dengan tegak, karena terjadi beberapa pergerakan pada saat menutup mata dalam waktu 5 menit tersebut.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa keseimbangan kurang terjaga.

D. Penciuman

a. Adaptasi Penciuman

  1. Obyek : Kamfer                                : Hasil ð Langsung tercium
  2. Obyek : kamfer dicium terus menerus  : Hasil ð Hilang dalam waktu 43 detik
  3. Minyak cengkeh               : Hasil ðTercium minyak cengkeh
  4. Minyak permen                                : Hasil ð tercium minyak permen

b.transmisiimpulspenciuman

c. Interaksi rasa dengan penciuman

ü  Keadaan hidung tertutup dan mata tertutup

Makanan hanya dapat diidentifikasi hanya 2 macam, yaitu tomat dan bawang.

Sedangkan makanan yang tidak dapat diidentifikasi ialah kentang.

ü  Keadaan hidung terbuka mata tertutup

Semua jenis makanan dapat dicium dengan baik. Yaitu:  tomat, kentang, dan bawang

  1. VI.                PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini, telah dilakukan percobaan panca indera. Dilakukan prosedur penglihatan,kecap(rasa),serta  pendengaran dan kesetimbangan.

Pada uji penglihatan, fisiologi penglihatan pada refleks akomodasi di dapat hasil Pupil mata yang terkena cahaya  secara tiba-tiba mengecil dibanding pupil mata yang tidak terkena cahaya . Mata yang terkena cahaya secara tiba-tiba akan mengecil secara cepat dan iris mendekat secara cepat, sedangkan mata yang tidak terkena cahaya tiba-tiba, pupil akan mengecil secara lambat dan iris mendekat secara lambat.Pupil mata tergantung dari iris atau semacam otot kecil. Iris mendekati jika cahaya yang masuk terlalu terang dan iris menjauhi jika cahaya yang masuk terlalu redup. Jika mata tidak siap saat terkena cahaya maka pupil mengecil atau meredup secara langsung, kalau siap maka pupil akan mengecil atau meredup secara perlahan.Bisa saja terjadi refleks apabila mata kiri yang di senter maka yang meredup mata kanan. Hal itu disebabkan karena ada kiasma optikus yaitu persilangan bawah otak.Mengecilnya pupil karena cahaya ialah lebarnya pupil diatur oleh iris sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima oleh mata. Ditempat yang gelap dimana intensitas cahayanya kecil maka pupil akan membesar, agar cahaya dapat lebih banyak masuk kemata. Ditempat yang sangat terang dimana intensitas cahayanya cukup tinggi atau besar maka pupil akan mengecil, agar cahaya lebih sedikit masuk kemata untuk menghindari mata agar tidak selalu, bila mata diarahkan kesalah satu mata pupil akan berkontraksi, kejadian tersebut dinamakan refleks pupil atau refleks cahaya pupil.

Pada prosedur titik dekat, didapat hasil objek terlihat berganda pada jarak 18cm, dan titik akomodasi (kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat) terdapat pada jarak 68cm. Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas.

Pada prosedur bintik buta didapat hasil pada jarak 26cm, hal ini terjadi disebabkan Bayangan suatu benda tidak nampak pada jarak tertentu, karena pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina. Bayangan akan nampak jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina.

Selanjutnya, setelah dilakukan percobaan penglihatan, dilakukan percobaan pengecapan (rasa). Pertama dilakukan percobaan distribusi reseptor kecap, didapat hasil Larutan kaffein 0,1 %: Tidak berasa,Larutan sukrosa 5%:Manis,Larutan asam asetat 1%: Asin,Larutan natrium klorida 10 %: AsinSensasi pengecapan terjadi karena rangsangan terhadap berbagai reseptor pengecapan, ada sedikitnya 13 reseptor kimia yang ada pada sel-sel pengecapan, antara lain: 2 reseptor natrium,2 reseptor kalium, 1 reseptor klorida,1 resptor adenosine,1 reseptor inosin, 1 reseptor manis, 1 reseptor pahit,1 reseptor glutamate, dan 1 reseptor ion hydrogen.Kemampuan reseptor tersebut dikumpulkan menjadi 5 kategori yang umum disebut sensasi pengecapan utama tentunya disesuaikan dengan area saraf, yaitu kuncup pengecap yang sensitive terhadap rasa manis terletak diujung lidah, substansi asam dirasakan terutama dibagian samping lidah,Substansi asin dapat dirasakan hampir pada seluruh area lidah, tetapi reseptornya terkumpul dibagian samping lidah,Substansi pahit akan menstimulasi kuncup pengecap dibagian belakang lidah

Pada saat melakukan percobaan pada kecap atau rasa pada distribusi reseptor kecap dengan menggunakan larutan kinin pekat lidah terasa pahit, kemudian pada saat menggunakan larutan sukrosa pekat lidah terasa manis, pada saat menggunakan larutan asam asetat pekat lidah terasa pahit dan pada saat menggunakan larutan natrium klorida pekat lidah tidak berasa apa – apa. Kemudian dengan menggunakan larutan kinin encer lidah tidak berasa apa – apa , pada saat menggunakan larutan sukrosa encer lidah berasa manis , pada saat menggunakan larutan asam asetat encer lidah terasa asin dan kemudian pada saat menggunakan larutan natrium klorida encer lidah terasa asam.Pada saat melakukan percobaan pada kecap atau rasa lidah setiap orang tidak sama dan pada hasil pengamatan berbeda – beda, karena kepekaan ambang rasa pada lidah sseorang tidak sama.Pada percobaan kecap atau rasa dipengaruhi oleh konsentrasinya, pada konsentrasi yang lebih rendah, rasa pada suatu larutan tidak terlalu khas dirasakan, sehingga terjadi perbedaan ambang rasa.

Pada saat melakukan percobaan pendengaran dan kesetimbangan pada anatomi telinga yang ditemukan padam model anatomi telinga terdapat pinna, meatus aditorius external, membrane typani (gendang telinga), rongga telinga tengah, malleus, incus, stapes, cochlea, kanai – kanai semisirkuiar dan tabung eustachius.

Padasaatmelakukanpercobaanpendengarandankesetimbanganpadaketajamanpendengaran, padatelingakanandekat jam terdengarpadajarak 4,4 cm, dantidakterdengardetak jam padajarak 5,5cm. padatelingakiriterdengardetak jam padajarak 2,5cm dantidakterdengardetak jam padajarak 4,1cm.Hal inidisebabkankarenatempatmengujiannyatidaksunyi, dantelingakirilebihpekadibandimgkandengantelingakanankarenasepertidiketahuibahwatelingamanusiaakansangatdipengaruhiolehdauntelinga. Fungsidauntelingaadalahuntukmengumpulkansuara.Dauntelingajugadapatmemperbesar (mengamplifikasi) suaradanmengarahkannyakesalurantelinga.Ketikamemantulpadadauntelinga, suarajugamengalami proses penyaringan yang akanmemberikaninformasimengenailokalisasisuara. Efekpenyaringantersebutpadamanusiaterutamauntukmemilahsuara yang berada di rentangfrekuensisuaramanusia.dauntelingakananlebihmemberikanefeksuara bass, sementaradauntelingakirilebihmemberikanefeksuara treble. Keduajenisefek yang berbedainijustrumemberikankeseimbangansuara yang menakjubkanmelebihiefek sound system ciptaanmanusia. Ada kemungkinanbesarperbedaanefekpsikologisantaratelingakanandankiridisebabkanolehefekdauntelingaini.

Pada saat melakukan percobaan pendengaran dan kesetimbangan pada uji weber dengan menggunakan karpu tala, pada saat garpu tala di pukul kemudian di gigit pada gigi terasa bergetar, dan terdengar bunyi yang berasal dari posisi median, maka pendengara tersebut normal.

Pada saat melakukan percobaan pendengaran dan kesetimbangan pada uji keseimbangan dalam keadaan tegak serta menutup matanya dalam waktu 5 menit, mampu berdiri tegak namun bergerak sedikit dan pecobaan ini disebabkan dikarenakan kurangnya konsentrasi.

Pada saat melakukan percobaan penciuman pada adaptasi penciuman bahan yang digunakan kamper, minyak cengkeh dan minyak permen. Pada saat kamper di dekatkan ke hidung kamper langsung tercium baunya, pada saat kamper di dekatkan ke hidung terus menerus sampai bau kaper itu hilang selama 43 detik. Pada saat menggunkan minyak cengkeh aroma minyak cengkeh langsung tercium dan pada saat menggunakan minyak permen aromanya langsung tercium.ini berarti penciuman praktikan masih berfungsi dengan baik, karena pada saat waktu adaptasi, hidung tidak mencium bau apapun , sehingga dapat dengan mudah mengenali bau-bau minyak yang di ujikan.

Pada saat melakukan percobaan penciuman pada interaksi rasa dan penciuman menggunakan 2 cara dalam keadaan hidung tertutup dan mata tertutup kemudian dengan cara keadaan hidung terbuka mata tertutup. Dalam keadaan hidung tertutup mata tertutup makanan hanya dapat diidentifikasi hanya 2 macam makanan yaitu tomat dan bawang, pada saat keadaan hidung terbuka mata tertutup makanan dapat dicium dengan baik.

  1. VII.              KESIMPULAN                                                                                                             
  • Hasil prosedur penglihatan anatomi mata bagian-bagiannya terlihat
  • Hasil prosedur penglihatan titik dekat, titik akomodasi pada jarak 68cm
  • Hasil prosedur penglihatan bintik buta pada jarak 26cm
  • Hasil prosedur pengecapan (rasa), distribusi reseptor kecap adalah rasa koffein pahit,   sukrosa manis, asam asetat asem, dan natrium klorida asin.
  • Hasil prosedur pengecapan (rasa) nilai ambang rasa adalah setiap praktikan punya ambang rasa berbeda.
  • Hasil prosedur pendengaran, pada anotmi telinga manusia bagian-bagiannya terlihat.
  • Hasil prosedur pendengaran, pada fisiologi pendengaran ketajaman pendengaran adalah telinga kiri lebih peka daripada telinga kanan.
  • Hasil prosedur pendengaran pada uji weber adalah pendengaran praktikan dalam kadaan normal.
  • Hasil prosedur uji keseimbangan adalah praktikan sedikit tidak seimbang
  • Hasil prosedur penciuman, pada adaptasi penciuman adalah praktikan dapat mencium bau minyak-minyak dengan benar setelah beradaptasi.
  • Hasil prosedur penciuman, interaksi rasa dengan penciuman  adalahinteraksi diterima lebih baik dengan keadaan hidung terbuka dan mata tertutup dibandingkan dengan hidung tertutup dan mata tertutup.

DISTRIBUSI KERJA

Anissa Nurazizah : Cover-Alat dan bahan

Khairun nisaa     : Cover-Alat dan bahan

Septiani                : Prosedur-hasil pengamatan

Nenden Sri Rahayu : Prosedur-hasil pengamatan

Hana Noveani    : Pembahasan, datar pustaka

Rissa N.Afriani   : Pembahasan, kesimpulan, lampiran pertanyaan.

  1. VIII.            Lampiran pertanyaan
  2. Apa yang dimaksudkan dengan akomodasi ?
  3. Otot mana yang terlibat dalam akomodasi ini dan bagaimana kerjanya?
  4. Bagaimana terjadinya bentuk dan posisi iris pada akomodasi untuk melihat?
  5. Jelaskan perubahan-perubahan kimia apa yang terjadi dalam menerima sensasi cahaya dan warna !
  6. Apa yang sesungguhnya terjadi pada keadaan buta warna?
  7. Organ apa dari mata yang mengalami kelainan pada keadaan buta warna?

Jawab :

1. Akomondasi adalah kemampuan mata untuk merubah bentuk lensa untuk memfokuskan penglihatan

2. diatur oleh otot-otot lensa yang melingkar(otot silindris),otot sirkulasi.

3. Dari dalam iris terdapat otot dilatator pupil dan otot sfinken pupil yang berfungsi memperlebar/memperkecil diameter pupil iris dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk kedalam bola mata melalui lubang pupil

4. ketika suatu berkas sinar/cahaya samapai diretina,akan terjadi stimulasi reaksi kimia pada sel batang dan sel kerucut yaitu pada sel batang,zat kimia rodospin akan diperoleh menjadi skotopsin dan retinal

5. buta warna merupakan gangguan genetika dimana fungsi salah satu dari 3 macam sel kerucut berkurang atau tidak berfungsi sama sekali, buta warna merupakan sifat terkait seks , gen penglihatan warna normal pada kromosom x nya yang lain tidak akan menderita buta warna, tidak menurunkan gen buta warna pada anaknya

6. organ yang mengalami ganguan jika mengalamai buta warna yaitu 3 macam sel kerucut pada mata sel kerucut pada mata terdiri dari 3 macam yaitu sel kerucut pengabsorsi sinar merah, sel kerucut pengabsorsi sinar hijau, sel kerucut pengabrosi sinar biru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s